• SMK NEGERI 4 BONE
  • SMK Bisa...!!!! SMK Hebat....!!!

PASPALA

SISPALA  Adalah Organisasi/Kelompok Siswa Pecinta Alam, yang pada umumnya berada di setiap sekolah. SISPALA Adalah salah satu Ekstrakulikuler yang ada disekolah, yang dilaksanakan oleh para siswa pecinta alam tersebut untuk menanam rasa kepedulian terhadap lingkungan .

 

TUJUAN :

Menjaga/melestarikan Alam

Sebagai sarana pengembangan diri siswa

Untuk mendapatkan pengalamn baru

Menerapakan kedisiplinan bagi siswa

Membangun jiwa muda yang kuat

Sispala sendiri bukan nama mutlak dari organisasi kepecinta alaman yang ada di setiap sekolah. Sebab tidak sedikit yang menggunakan nama yang telah disepakati oleh pendiri kelompok pecinta alamtersebut. Akan tetapi, secara umum orang sudah paham bahwa setiap organisasi pecinta alam di tingkat sekolah adalah Sispala. Kesimppulannya adalah, bahwa saat ini Sispala sendiri hanya sebutan tidak resmi kelompok pecinta alam tingkat sekolah di Indonesia. Analisa Masalah Bila dibandingkan dengan organisasi ekstrakurikuler di setiap sekolah yang ada di Indonesia, Sispala adalah organisasi yang mampu melahirkan insan yang sehat secara mental, jasmani maupun rohani. Dan tentunya tergantung kepada proses pembinaannya. Yang menjadi kendala dalam proses perkembangannya adalah Sispala belum mempunyai ikatan secara nasional. Dan pada akhirnya menyebabkan kebingungan para organisator dalam menghimpun rencana strategis secara massal. Jangankan secara sistemik, dalam menjalin komunikasi eksternal pun sulit. Padahal bila ada kesatuan visi dan misi secara nasional, Sispala sangat berpengaruh dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Baik dibidang pendidikan, sosial, seni budaya, olah raga, lingkungan, maupun kemanusiaan. Usaha Pembenahan Dikarenakan belum adanya sinergisitas dalam melahirkan visi dan menjalankan misi secara menyeluruh, ada baiknya organisasi sispala seluruh indonesia melakukan pembentukan Ikatan Secara Nasional Evaluasi Masalah di Tingkat Regional dan Melakukan Perumusan Administrasi dan Rencana Strategis. Pertama, pembentukan ikatan secara nasional. Ini berfungsi agar adanya legalitas kita dalam melakukan segala macam bentuk rencana kerja dan sejenisnya. Kedua, evaluasi masalah di tingkat regional. Ini tentu ada hubungannya dengan poin pertama, yaitu ketika kita melakukan pembentukan ikatan secara nasional melalaui kongres atau sejenisnya, kita akan membuat forum khusus guna mengevaluasi segala macam bentuk permasalahan, hambatan ataupun lainnya yang dihadapi di daerah masing-masing. Sehingga menghasilakan kesamaan dalam cara membenahi problematik tersebut. Ketiga, Melakukan perumusan administrasi dan rencana strategis. Ini adalah tahap akhir dari dinamika yang timbul ketika proses pembentukkan dan evaluasi. Tentunya masih banyak lagi formulasi dalam pembenahan ini.

 

PRINSIP DASAR PETUALANGAN DAN PECINTA ALAM :

  1. Dalam pelaksanaan kegiatan petualangan terdapat etika dan prinsip dasar yang sudah disepakati bersama. Etika dan prinsip dasar tersebut muncul sebagai rasa tanggung jawab kepada alam. Selain didukung dengan perlengkapan dan peralatan yang memadai, juga dalam petualangan mutlak diperlukan kemampuan yang mencukupi. Kemampuan itu adalah kemampuan teknis yang yang berhubungan dengan ritme dan keseimbangan gerakan serta efisiensi penggunaan perlengkapan.Sebagai contoh, pendaki harus memahami ritme berjalan saat melakukan pendakian, menjaga keseimbangan pada medan yang curam dan terjal sambil membawa beban yang berat serta memahami kelebihan dan kekurangan dari perlengkapan dan peralatan yang dibawa serta paham cara penggunaannya.
  2. Kemampuan kebugaran yang mencakup kebugaran spesifik yang dibutuhkan untuk kegiatan tertentu, kebugaran jantung dan sirkulasinya, serta kemampuan pengkondisian tubuh terhadap tekanan lingkungan alam. Berikutnya, kemampuan kemanusiawian. Ini menyangkut pengembangan sikap positif ke segala aspek untuk meningkatkan kemampuan. Hal ini mencakup determinasi / kemauan, percayadiri, kesabaran, konsentrasi, analisis diri, kemandirian, serta kemampuan untuk memimpin dan dipimpin.
  3. Seorang pendaki seharusnya dapat memahami keadaan dirinya secara fisik dan mental sehingga ia dapat melakukan kontrol diri selama melakukanpendakian, apalagi jika dilakukan dalam suatu kelompok, ia harus dapat menempatkan diri sebagai anggota kelompok dan bekerja sama dalam satu tim.
  4. Tak kalah penting adalah kemampuan pemahaman lingkungan. Pengembangan kewaspadaan terhadap bahaya dari lingkungan spesifik. Wawasan terhadap iklim dan medan kegiatan harus dimiliki seorang pendaki. Ia harus memahami pengaruh kondisi lingkungan terhadap dirinya dan pengaruh dirinya terhadap kondisi lingkungan yang ia datangi.

 

Keempat aspek kemampuan tersebut harus dimiliki seorang pendaki sebelum ia melakukan pendakian. Sebab yang akan dihadapi adalah tidakhanya sebuah pengalaman yang menantang dengan keindahan alam yang dilihatnya dari dekat,tetapi juga sebuah resiko yang amat tinggi, sebuahbahaya yang dapat mengancam keselamatannya.

 

JANJI DAN KODE ETIK SISPALA

JANJI SISPALA :

DEMI HARGA DIRI DAN KEHORMATANKU, AKU BERJANJI :

  1. Menjalankan Kewajiban Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesiadan Menjalankan Pancasila.
  2. Menegakan Panji Perjuangan Memberantas segala Bentuk Pengrusakan Lingkungan dan Ikut Serta Dalam Menjaga Kelestarian Hutan.
  3. Menolong Sesama Hidup Serta Membangun Masyarakat.
  4. Selalu Menjaga Namabaik Sekolah, Keluarga, Organisasi, Dan Pribadi.
  5. Patuh, Disiplin, Mentaati Peraturan Dan Mentaati Janji Sispala.

 

KODE ETIK SISPALA :

  1. Selalu Menjalankan Perintah Agama Dan Menjauhi Segala Larangannya.
  2. Mentaati Peraturan Hukum Negara Dan Menjalankan Pancasila.
  3. Mencintai Alam Dan Kasih Sayang Sesama Manusia.
  4. Patuh, Disiplain Dan Tangguh.
  5. Hemat, Cermat, Dan Bersahaja.
  6. Cerdas, Energik, Responsif, Inovatif Dan Adavtif.
  7. Disiplin Bertanggungjawab Berani Dan Setia.
  8. Bersih Dari Segala Kekerasan Pengrusakan Dan Kezaliman

 

KODE ETIK PECINTA ALAM INDONESIA

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
Pecinta Alam Indonesia adalah bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, bangsa, dan tanah air
Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam adalah sebagian dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah yang Mahakuasa

Sesuai dengan hakekat di atas, kami dengan kesadaran

Menyatakan :

  1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya;
  3. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air;
  4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya;
  5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alamsesuai dengan azas pecinta alam;
  6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, bangsa dan tanah air; dan
  7. Selesai

Semoga dengan dicetuskannya kode etik pencinta alam Indonesia, kita yang bergerak di bidang kepencintaalaman di Nusantara dapat melakukan kegiatan dengan patokan yang jelas, sehingga tidak adanya kesimpangsiuran dalam melakukan kegiatan alam bebas.

Komentari Tulisan Ini
Halaman Lainnya
Pengumuman Kelulusan 2020

lulus

01/05/2020 06:08 WIB - Sudarman, S.Pd., Gr
Galeri

kategori

19/04/2020 00:09 WIB - Sudarman, S.Pd., Gr
Direktori

kategori

19/04/2020 00:09 WIB - Sudarman, S.Pd., Gr
Login Panitia

panitia

18/04/2020 22:57 WIB - Sudarman, S.Pd., Gr
Login Siswa

untuk login siswa

18/04/2020 22:57 WIB - Sudarman, S.Pd., Gr